Kurang Vitamin B, Bisa Menyebabkan Pegal

August 4, 2013

kekurangan vitamin BKeluhan pegal-pegal merupakan salah satu keluhan yang kerap dialami hampir semua orang. Apalagi jika baru saja melakukan aktivitas yang melebihi kewajaran.

Secara medis, rasa nyeri dijelaskan sebagai suatu gejala subjektif yang kompleks, berupa pengalaman emosional yang tidak menyenangkan dan pengalaman sensoris yang terjadi karena adanya rangsangan di ujung-ujung saraf yang sangat peka pada jaringan tubuh.

Nyeri, pegal, dan kesemutan yang terjadi saat aktivitas tinggi umumnya nyeri saraf, karena memiliki gejala yang berbeda dari nyeri lainnya atau nyeri otot. Pada nyeri saraf akan terjadi gejala penyerta, yaitu adanya gangguan fungsi saraf, baik yang bersifat motorik (gangguan kemampuan gerak otot) maupun sensoris (gangguan fungsi perasaan kulit).

Berbeda dari nyeri otot, nyeri neuropatik atau saraf sangat bervariasi. Ada nyeri tumpul, tajam seperti tersilet, terbakar, dan sebagainya. Namun yang khas pada nyeri saraf ialah adanya gejala penyerta yang ditimbulkan akibat gangguan fungsi saraf itu sendiri.

Nyeri saraf akibat gangguan saraf penggerak otot akan mengakibatkan kontraksi dan relaksasi otot berulang-ulang maupun kontraksi otot menetap atau yang biasa disebut keram.

Pengobatan untuk nyeri saraf/pegal berdasarkan gejala dan penyebab. Nyeri akibat jepitan urat saraf dapat disebabkan inflamasi primer atau sekunder. Jepitan juga bisa menimbulkan gangguan pada fungsi urat saraf.
Di sisi lain, gangguan fungsi saraf memerlukan pengobatan yang dapat memperbaiki metabolisme saraf. Untuk itu, penggunaan vitamin B1, B6, serta B12 (neurotropik) baik untuk memberi efek pemulihan yang optimal.

Vitamin B12 juga merupakan koenzim penting yang dibutuhkan untuk sintesis DNA yang mengontrol pembentukan sel-sel baru. Vitamin itu juga sangat penting guna mencegah kerusakan sistem saraf dengan membantu pembentukan mielin pada urat saraf. Karena itu, bersama B1, B6, dan B12 juga disebut sebagai vitamin neurotropik.

Kecukupan vitamin neurotropik akan membantu memelihara kesehatan lapisan saraf agar tetap utuh. Jika lapisan saraf itu utuh, tentu akan menjamin antaran ransangan atau simpul-simpul ke pusat kendali tubuh otak bekerja maksimal.
Sebaliknya, jika kurang tentu akan memengaruhi kerja sistem saraf dalam tubuh, terutama otak. Contoh paling mudah diamati jika kekurangan asupan vitamin B adalah munculnya gangguan pegal, nyeri, kesemutan, atau kram.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *